Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..

Thursday, 20 March 2014

Ronald asal Sikka Wakili Indonesia ke Pertemuan G20 di Jerman

Paulus Ronald Bogar Nono,alumni SMAK Katolik Frateran Maumere alias SMATER Maumere mewakili anggota Parlemen Muda Indonesia mengikuti pertemuan G20 Young Parliamentarians Debate yang berlangsung 7-11 Mei 2014 mendatang di Garmisch Partenkirchen, Jerman. Pertemuan ini akan menjadi event internasional terbesar yang diselenggarakan bagi para pemimpin muda pada tahun 2014 yang mengundang lebih dari 1.200 pemimpin muda, mahasiswa dan akademisi, perwakilan dari dunia usaha dan parlemen pemerintah negara-negara G 20.

Acara ini akan menghasilkan sebuah komunike pemuda internasional yang akan menjadi input dalam pemetaan kebijakan negara-negara G 20.

Ronad, pemuda asal Kabupaten Sikka yang tinggal di Lokaria, Maumere,menjelaskan, dirinya terpilih menjadi wakil pemuda Indonesia di Jerman usai menghasilkan deklarasi rekomendasi kebijakan, setiap anggota Perlemen Muda Indonesia masih mengemban tugas untuk melakukan sosialisasi dan advokasi baik di tingkat nasional maupun tingkat provinsi dengan asistensi dari IFL.

Sosialisasi dan advokasi diharapkan dapat berdampak pada perubahan yang sistemik atas permasalahan yang sebelumnya telah ditemukan melalui konsultasi regional.

"Saya dan 33 rekan lainnya dituntut untuk mengkreasikan kampanye sosial, gerakan sosial dan juga aktif diundang dalam berbagai kesempatan sebagai representasi suara pemuda Indonesia.Lebih dari itu, agenda terdekat saya adalah didaulat sebagai perwakilan pemuda Indonesia dalam G20 Young Parliamentarians Debate (7-11 Mei 2014 , Garmisch Partenkirchen , Jerman).

Acara ini akan menjadi event internasional terbesar yang diselenggarakan bagi para pemimpin muda pada tahun 2014, mengundang lebih dari 1200 pemimpin muda , mahasiswa dan akademisi , perwakilan dari dunia usaha dan parlemen pemerintah negara-negara G20. Acara ini akan menghasilkan sebuah komunike pemuda internasional yang akan menjadi input dalam pemetaan kebijakan negara-negara G20," papar Ronald.

Ia menjelaskan, Parlemen Muda Indonesia pertama kali digagas oleh IFL (Indonesian Future Leader) pada tahun 2012 dan merupakan acara 2 tahunan. Parlemen Muda Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah platform mediasi antara pemuda Indonesia dengan sistem politik di negara ini.*
(kutipan Pos Kupang)

foto: Penyerahan-hasil Deklarasi Parlemen Muda Indonesia 2014 oleh Paulus Ronald Bogar Nono, Anggota Parlemen Muda asal NTT Kepada Menpora RI Roy Suryo di Jakarta (pos kupang)
Selengkapnya...

Sunday, 16 March 2014

Deklarasi Pemilu Damai

Ratusan simpatisan partai, caleg, pendukung dan lainnya dari 12 Parpol Pemilu sore tadi ikut serta menyemarakan Deklarasi Pemilu Damai di halaman Kantor KPUD Sikka. Usai dibuka Wabup Nong Susar, masing2 ketua umum dari 12 Parpol membacakan 7 butir kesepakatan mewujudkan Pemilu aman dan damai, sekaligus penandatanganan Deklarasi Pemilu Damai di bumi Kabupaten Sikka. Ratusan massa dari 12 Parpol kemudian menyemarakan pawai karnaval mengelilingi Kota Maumere.

Salah satu butir kesepatakan yang ditandatangani berbunyi "Tidak melakukan praktik jual beli suara, manipulasi suara dan penyuapan kepada pemilih dan penyelenggara Pemilihan Umum dalam bentuk apapun.
Deklarasi Kampanye Pemilu Damai dimulai sekitar pukul 15.00 Wita dan berakhir 17.30 wita.Dihadiri Vivano Bogar sebagai Ketua KPUD Sikka, Ketua Panwaslu Sikka Alfonsus Sero, Dandim 1603 Letkol Satya, Kapolres Sikka AKBP Budi Hermawan dan undangan lainnya.
Dengan demikian, Kegiatan ini juga dijadikan ajang sosialisasi bagi KPU sebagai penanda bahwa kampanye rapat umum atau kampanye terbuka sudah mulai diselengarakan esok harinya (16 Maret 2014), dan akan berlangsung selama 21 hari menuju pemilihan umum legislatif DPR, DPD, DPRD 9 April 2014. Sudah Siapkah Anda?
Selengkapnya...

Friday, 14 March 2014

Tenun Ikat Sikka Segera di Patenkan

Angin pantai segar menerpa takala mendengr bahwa Kain Tenun Ikat Sikka yang merupakan warisan budaya bangsa akan mendapat Hak Cipta Perlindungan Kekayaan Intelektual dari pemerintah. Kita patut bersyukur karena kekayaan daerah ini tidak lagi dipermainkan di pasaran luar dengan mencontek nilai sakral di dalamnya dan dijual murah meriah dengan produksi pabrikan.

Dalam rangka penerapan perlindungan hak atas kekayaan intelektual untuk Tenun Ikat Sikka tersebut, Jumat (14 Maret 2014) pagi di Sea World Club Waiara, Yayasan Sahabat Cipta dari Swiss dan Kementeriaan Hukum dan HAM, Ditjen HAKI serta Kementeriaan Perindustriaan dan Perdagangan dari Ditjen HAKI didampingi Wakil Bupati Sikka Nong Susar dan Kadis Derpindag Sikka melihat langsung proses dari awal hingga terjadinya selembar kain tenun sekaligus melakuakn kegiatan sosialisasi penerapan hak cipta kekayaan intelektual Tenun Ikat Sikka.

 "Kenapa kami berkeinginan untuk melindungi? Karena sudah banyak yang memproduksinya dengan mesin, alat tenun mesin, sangat murah. Dan hasilnya dijual dengan Rp 35. ribu. Padahal di Sikka dibuat dengan berbulan-bulan. Oleh karena itu kami sangat berharap ajakan ini disambut baik oleh perajin dari Sikka tentunya dalam rangka melindungi hasil kekayaan khas budaya Sikka ini," demikian dikatakan Dr. Tri Reni, Tim Ahli Indikasi Geografi Kementeriaan Perindustrian. 

Perlindungan tidak hanya dengan hak paten, merek atau dengan hak cipta, pada saat ini sedang dikembangkan adalah Indikasi Geogrfis, yang menyatakan asal suatu daerah yang bisa sangat tergantung dengan faktor manusia atau faktor alamnya dan Kain Tenun Ikat Sikka menjadi yang pertama mendapat pengakuan Indikasi Geografis, tandasnya kemudian.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut yakni Direktur Eksekutif Sahabat Cipta Ibu Waty Suhadi, Koordintor Proyek Kekayaan Intelektual Indonesia - Swiss Mr. Daniel, Swiss Secretariat fot Economics Affairs (SECO) Ibu Dewi Tio, Kementeriaan Hukum dan HAM, Ditjen HAKI, Saky Septiono, Tim Ahli Indikasi Geografi Kementeriaan Perindustrian Ibu Tri Reni Profisiat!
Selengkapnya...

Saturday, 8 March 2014

DOB Maumere butuh 5.000 Pegawai

Daerah Otonomo Baru (DOB) Maumere yang sedang diperjuangkan membutuhkan 5.000 Pegawai Negeri Sipil, termasuk tenaga guru dan tenaga medis. Hal ini berdasarkan analisa kebutuhan pegawai untuk DOB Kota Maumere yang dikaji tim perjuangan pemekaran, pemerintah kabupaten dan Stakeholder lainnya. Sementara Pemerintah Kabupaten Sikka (Pemkab Sikka) merencanakan memindahkan kurang lebih 2.700 pegawai dari Kabupaten Sikka ke Kota Maumere. Saat ini Total Pegawai di Pemkab Sikka sebanyak 6.536 orang. Kepala Bagian Pemerintahan Umum Sektretariat Kabupaten Sikka, Yoseph Benyamin, S.H, mengatakan hal tersebut kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (7/3/2014).

"Yang pasti ada kekurangan sekitar 2.000 untuk kota. Nanti akan diisi dari propinsi atau ada pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, tandas Benyamin.

Hal yang sama untuk kebutuhan pegawai Kabupaten Sikka. Sesuai analisis kebutuhan pegawai untuk Kabupaten Sikka, estimasi kebutuhan paling kurang sebanyak 5.000 pegawai.

Penjelasan yang sama disampaikan dr. Valens Sili Tupen, MKM, pada rapat dengar pendapat dengan DPRD Sikka tentang DOB Kota Maumere di Kantor DPRD Sikka, Jumat (7/3/2013) siang.

Dihadapan anggota dewan Tupen mengatakan, tenaga medis dan tenaga guru jelas tidak akan ada pemindahan. Tapi status mereka akan melekat dengan tempat tugas mereka saat ini.

Dijelaskan Tupen, paling kurang untuk dua wilayah ini, yakni Kabupaten Sikka dan Kota Maumere terpenuhi kebutuhan pejabat eselonering 2/3 dari kebutuhan pejabat sehingga pemerintahan kedua wilayah ini bisa berjalan dengan baik.

Anggota dewan menanyakan tentang pemindahan atau pembagian aset daerah antara kabupaten dan kota Maumere.

Terkait itu, Benyamin yang mendampingi Sekda Tupen di Kantor DPRD Sikka menjelaskan untuk kantor walikota sementara menggunakan Kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Eks Kantor Bupati Sikka digunakan sebagai Kantor DPRD Kota Maumere dan rumah-rumah dinas sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani akan digunakan sebagai Kantor SKPD Kota.(RIS/pOS-kUPANG)
Selengkapnya...

Tuesday, 4 March 2014

Seorang Pria Tewas di Kamar Losmen Bogor

Seorang pria berusia 61 tahun ditemukan tewas di kamar 29 Losmen Bogor, Jln. Soegiyopranoto, Kelurahan Kabor, Maumere. Jasad pria yang belakangan diketahui merupakan pensiunan pegawai negeri sipil ditemukan tak bernyawa. Menurut salah satu karyawan Losmen Bogor, pria tersebut belum lama berada didalam kamar hotel. Waktu pertama kali masuk ia ditemani salah satu perempuan bernama Liza. Tak berapa lama terdengar teriakan histeria dari lantai atas kamar 29 yang berada di bagian belakang losmen. Teriakan tersebut membuat heboh losmen legendaris yang kemudian menjadi pusat perhatian masyarakat Maumere.

Tim dari Polres Sikka yang tiba dilokasi menemukan sesosok pria tak bernyawa. Ia ditenggarai masuk hotel sekitar pukul 14.00 wita. Kejadian tak berlangsung lama karena kemudian terdengar teriakan histeris dari lantai atas. Menurut kabar, pria tersebut berasal dari Nita bernama Stanislaus Donatus, kelahiran 1952.

Jasad pria tersebut kemudian dievakuasi ke RS. Hillers Maumere setelah polisi melakukan olah TKP. Massa masyarakat sempat membuat macet jalannya evakuasi karena mereka memenuhi hampir semua badan jalan depan losmen. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian pria tersebut.

Selengkapnya...

Ramai-Ramai Cari Emas di Pantai Sikka

Warga di Kampung Sikka, Kecamatan Lela, NTT tiga minggu belakangan ini punya kebiasaan baru. APalagi kalau bukan Emas. Dan saat ini kami berada di pantai. Dengan mata kepala sendiri kami menyaksikan bagaimana antusias warga Sikka mengobrak abrik pasir pantai untuk mencari emas yang mungkin terpendam didalamnya.

Air surut sekitar pukul 15.00 Wita. Dan Pantai Sikka khususnya pesisir yang tak jauh dari Lepo Gete berada menjadi ramai sekejap. Mulai dari anak-anak hingga orang tua turun ke lokasi. Air surut merupakan saat yang tepat bagi para pencari emas Kampung Sikka. Biasanya pada kondisi inilah emas-emas tersebut ditemukan. Ada sebagian warga Sikka yang mengapresiasi penemuan serpihan dan potongan-potongan emas sebagai berkat untuk mereka.

Apa saja yang ditemukan sore itu? Dari lokasi Lepo Gete kami mendongak kebawah pantai. Wow! Begitu ramainya. Sebagian besar adaah anak-anak dan kaum perempuan. Menurut mereka. Anak-anak inilah yang sering sekali menemukan emas-emas tersebut.

Penemuan serpihan emas di Pantai Sikka telah diketahui sejak tiga minggu lalu. Kabar tersebut berhembus hingga mencapai Kota Maumere yang berjarak sekitar 28 Km. Kabar yang berhembus memang hanya sekedar kabar. Sehingga akhirnya bersama rekan media dari TV-One dan Flobamora.net kami turun ke lokasi untuk membuktikan kebenaran kabar itu.

Lokasi pencarian emas tidak jauh dari Lepo Gete, Isatana Kerajaan Sikka yang telah berumur ratusan tahun. Radius pencarian dari Lepo berkisar 100 meter. Sehingga pencarian lebih terfokus pada lokasi ini.

Sore itu, 2 Maret 2014 saat kami berada ditengah lokasi pencarian, ada sekita 10 orang yang menemukan emas. Dari potongan emas kecil, lempengan hingga gelang emas dengan ukiran hati yang menawan. DARI MANAKAH BARANG-BARANG TERSEBUT?

Perlu ada penggalian mendalam terkait penemuan barang-barang ini. Banyak yang mengkaitkan penemuan emas tersebut tidak lepas dari keterkaitan sejarah Portugis dengan Lepo Gete.

Menurut Roy da Silva, salah satu keeturunan dari Lepo yang kini tinggal di Jakarta, dalam kolom komentar inimaumere mengatakan menurut cerita,pada jaman Portugis masuk Indonesia, ada berita Konvoi kapal dagang yang di pimpin oleh Thomas Da Gama.


 "Ada kapal yang karam di perairan luar pantai sikka, Thomas da Gama, berlayar ke Timor Deli,sedangkan saudaranya Vasco da gama ke China,lewat alur layar yang sama. Mungkin saja hal ini bisa di gali kembali sejarahnya dan syahdan,kapal yang karam membawah Emas untuk di jadikan alat/uang pada perdagangan jaman itu, utk tahun nya saya tidak jelas," tulis Om Roy.

Lain lagi pendapat dari putra Sikka Valentino. Ia mendengar bahwa dulu ada perahu 'Sope' dari kapitan Doreng yang terbalik saat hendak merapat ke Sikka dalam upacara pemberian belis ke Putri Raja (Putri Fransiska, awal tahun 1900-an). Katanya sope itu mengangkut perhiasan (bahar) yang terbungkus dalam kantung anyaman daun gebang (bokak).

Banyak versi yang berkaitan dengan dari mana asal muasal emas-emas ini. Tentunya perlu ada penelitian lebih lanjut tentang kehadiran barang-barang berharga ini.



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Mengais Emas di Kampung Sikka

Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT tiga minggu terakhir ini heboh. Pasalnya di desa yang memiliki keterkaitan sejarah dengan bangsa Portugis ini ditemukan berbagai macam potongan yang mirip emas. Emas? Yap benar. Emas-emas tersebut telah dikumpulkan kemudian dijual pada dua pedagang asal Makasar yang beroperasi di Kampung Sikka sejak heboh penemuan emas. Dengan menjual emas dan menikmati hasil dari jerih payah mencari emas kini warga di Kampung Sikka megaku hasil tersebut bisa membantu keperluan anak-anak sekolah dan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kisah penemuan emas hingga tersiar sampai Kota Maumere. Berbekal kabar tersebut, kami menuju Desa Sikka dan membutikan kebenarannya desas desus tersebut. Maka inilah laporan kami dari kunjungan tersebut, Minggu 2 Maret 2014.

Kampung Sikka berjarak 28 Km dari Kota Maumere. Ia berada persis di pantai selatan Laut Sawu. Khasnya adalah ombak besar bergulung dan batu-batu karang yang menyebar rata di pesisir pantai.

Pukul 11.00 wita kami tiba. Selain saya (Oss) dari inimaumere.com ada juga rekan sahabat dari media Flobamora.net Vicky da Gomez dan Fico Koban dari TV-One. Sayangnya saat tiba air laut belum surut. Berarti belum ada warga yang turun mencari emas. Menurut Agustinus Nong, tokoh pemuda di Kampung Sikka, air surut terjadi sekitar pukul 14.30 wita. Cukup lama. Maka untuk meluangkan waktu kami berisitirahat di rumah Agustinus. Ia menyiapkan makan siang, sebotol moke dan lepeng. Ah terima kasih Mo'at Agus. Sambutan yang tulus dari warga Sikka.

Setelah makan siang, masih ada waktu yang cukup lama. Menunggu air surut, kami putuskan bertemu nara sumber di Kampung Sikka yang sedikit banyak mengetahui keberadaan penemuan emas. Kami juga bertemu Bapak Kepala Desa Sikka.

Dari Mo'at Kepala desa dan Agustinus Nong, kami kemudian dituntun bertemu para penemu emas yang telah menikmati hasil penjualannya, juga warga yang masih menyimpas emas tersebut.

Moat Manda da Cunha: Emas Sudah Ada Sejak Dulu Kala

Pertama kali kami bertemu Moat Manda da Cunha. Beliau telah berumur 76 tahun. Rambutnya putih mengisahkan perjalanan hidupnya yang panjang. Ia menyambut kami dengan ramah. Dirumahnya yang sederhana ia kemudian bertutur soal kisah penemuan emas yang kini ramai dibicarakan dimana-mana.

Ditengah angin pantai yang bertiup kencang dan matahari yang ganas membakar, kami diperlihatkan sebuah mangkok antik bermotif bulu ayam. Mo'at Manda berkisah bahwa mangkok tua tersebut ditemukan didalam tanah di pekarangan rumahnya yang tak jauh dari pantai. Selain itu ia juga memperlihatkan kepada kami potongan-potongan emas hasil penemuan cucunya bernama Cindy da Cunha di pantai Sikka.

Cindy yang berumur 10 tahun dengan malu-malu bercerita bahwa emas yang didapatnya tersebut berasal dari pesisir pantai Sikka. Ia menemukan emas tersebut setelah mendengar kabar rekan ciliknya Da Eba menemukan emas dipantai Sikka.

Mo'at Manda yang duduk disamping cucunya kemudian bercerita tetang masa lau ketika ia masih sekecil Cindy. Dari kiisah Moat Manda ditemukan kisah menarik. Bahwa sebenarnya emas yang ditemukan di Pantai Sikka tersebut sudah ada sejak duku kala.

 "Saya waktu itu masih kecil umur SD (sekolah dasar) pernah dapat emas di Pantai Sikka, dekat Lepo Gete," cerita Mo'at Manda sambil menarik dalam rokoknya. Lepo Gete adalah pusat pemerintahan Kerajaan Sikka, merupakan Istana Kerajaan Sikka yang telah ada sejak tahun 1500-an.

 "Hanya saja tidak heboh seperti saat ini karena menjadi rahasia yang kami jaga," tuturnya.

Ia bercerita emas yang didapatnya tidak jauh dari Istana Lepo Gete. Seperti kisah penemuan sekarang dimana emas-emas tersebut ditemukan pada pesisir pantai yang tak jauh dari Lepo.

 "Anehnya, kalau dulu hanya dapat patahan-patahan (emas) sekarang ini sudah ditemukan butiran-butiran kecil, ini dari mana?" tanyanya.

Asap rokok mengepul di ruang beranda. Bunyi deburan ombak menghantam turap. Kami terdiam sejenak.


Da Eba, Si Cilik Penemu Emas Pertama

 Keluar dari beranda rumah Mo'at Manda, kami dituntun Mo'at Agus Nong dan Bapak Kades Sikka menuju rumah penemu emas pertama, tiga pekan lalu. Dia adalah gadis cilik hitam manis bernama Josephine da Eba.

Siang yang terik, si cilik sedang asik bermain bersama rekan-rekannya. Ia mengendarai sepeda kecil. Kami menyapanya dengan ramah. Ia malu-malu membalas dengan senyum ramah. Tak jauh dari kami nampak Oma (nenek) dan Mamanya sedang memperhatikan kami. Rupanya kabar kedatangan media di Kampung Sikka telah tercium. Sehingga keluarga da Eba telah menunggu kami dihalaman rumah, dibawah pohon sukun yang rindang menabur sejuk.

da Eba kemudian merapat bersama Cindy da cunha yang telah bertemu kami sebelumnya. Dua anak kecil ini kemudian bercerita dengan malu-malu. Menurut Eba, ia pertama kali menemukan emas di pantai Sikka. Kemudian ia membawa pulang dan mengisahkan pada keluarganya.

"Saat itu saya sedang mencari besi tua dipantai. Saya mengorek dan pasir dan sampah mencai besi tua ternyata menemukan emas. Saya tahu itu emas karena mama juga punya," kata Eba.

Menurut Oma dan Mama dari Eba, emas yang didapat sudah tiga kali. Masing-masing sekitar 4 gram.

"Terakhir dapat lima gram, sudah kami gadai Rp 800 ribu," jelas Mama Eba.

"Saya juga membelikan sepeda mini buat Eba, sepeda yang dipakai Eba tadi itu hasil dari emas yang didapatnya. Saya juga membelikan buku-buku pelajaran buat anak-anak. Lumayan membantu sekali keuangan," tutur Mama Eba kemudian.

Eba bercerita bahwa emas-emas yang didapatnya tidak jauh dari Lepo Gete berada. Hal ini sesuai juga dengan apa yang disampaikan Mo'at Manda sebelumnya. Adakah keterkaitan dengan Lepo Gete?

Ditempat ini kami juga diperlihatkan emas-emas yang ditemukan dari pantai Sikka. Ada bentuk patahan, batangan, butiran dan ada yang masih utuh dengan mainan salib kecil. Sungguh penemuan yang menarik.

"Mungkin ini ada hubungan dengan Bahar Lida (hantaran belis) jaman dulu," kisah Mo'at Manda sebelumnya.

Saat kami berbincang, tak disangka hari mulai turun. Matahari mengisaratkan sebentar lagi sore. Banyak warga sudah mulai berseliweran. Perburuan emas mungkin tak lama lagi berlangsung. Air surut sudah diambang pintu. Kami pun bersiap. Tak ingin moment mendebarkan ini terlewat begitu saja.


Bukti bahwa isu dan desas desus yang menghamipiri Kota Maumere benar adanya. So? klik di sini: Perburuan emas di Pantai Sikka!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---