Selamat Datang di Maumere...

NEWS: Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya melantik Sekda Sikka Drs. Cyprianus da Costa menggantikan Sabinus Nabu di aula Setda Sikka, Maumere, Senin (18/1/2010) pagi....Pihak Inspektorat Sikka telah membentuk tim pemeriksa terhadap PNS yang diduga terlibat calo CPNSD Sikka tahun 2009/2010, total uang yang diterima calo CPNSD tersebut Rp 40 juta dari empat orang pelamar....Sebanyak 22 imigran asal Iran dan Irak masuk ke Maumere melalui Bandara Waioti, Rabu (20/1/2010) pagi, menumpang pesawat Merpati dari Kupang. Mereka langsung diamankan polisi dan petugas imigrasi setempat, pada bulan Oktober 2009 lalu, sebanyak 27 imigran asal Afganistan, juga masuk ke Maumere melalui Bandara Waioti.. ......30-an rumah warga di perkampungan nelayan di Dusun Waipare A dan B, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, terancam gelombang pasang....Batavia Air pada penerbangan perdananya Kamis(07/01/2010) siang mendarat mulus di Bandar Udara Waioti Maumere.....Batavia Air cabang Maumere akan melayani rute penerbangan Maumere – Kupang – Denpasar – Surabaya – Jakarta setiap hari Selasa, Kamis, Jum ad dan Minggu.....Pemerintah Kabupaten Sikka akan mengusulkan pergantian nama Bandara Waioti menjadi Bandara Frans Seda,hal tersebut sebagai bentuk penghormatan atas jasa Frans Seda kepada Masyarakat Sikka Semasa menjabat Menteri Perhubungan RI...

Sunday, 31 January 2010

Canabis Band, Rendah Hati Untuk Sebuah Prestasi

Canabis Band yang terbentuk sejak tahun 2006 tak hanya dicintai kaum remaja namun juga disukai kalangan dewasa di Kabupaten Sikka. Band indie ini terus mencoba menjadi salah satu group band beraliran reggae yang bisa mewarnai blantika musik Indonesia nantinya. Meski harus mengalami reposisi player beberapa kali band asal kawasan Misir Kota Maumere ini mencoba terus eksis dan setia pada jalur yang digelutinya. Dengan para personil terbaru saat ini yakni Elbit (Vokal), Rony (Guitar Melody), Deniz (Guitar Rhytim), Gomez (Bass), Vian (Keyboard), Piter (Vokal Latar) Canabis Band tak berhenti untuk terus mengekspresikan dan menyuarakan cinta dan perdamaian lewat musik reggae sekaligus menghibur fans beratnya. Dalam karier bermusiknya Canabis Band telah mengantongi banyak prestasi. Satu diantaranya adalah ketika terpilih sebagai group band terfavorit pada Parade Band Djarum LA Lights yang di gelar baru-baru ini di Maumere. Berangkat dari beberapa prestasi itulah, mereka berharap bisa memiliki album reggae sendiri.

“Ini bukan sebuah mimpi, karena kami pun sedang mempersiapkan beberapa lagu. Ya sambil berharap ada mau yang mendukung produksinya,” ungkap Elbit sang vokalis.

27 September 2006 adalah awal berdirinya Canabis Band. Pungawa band ini semula ditempati Elbit (Vokal), Iron ( guitar utama), Vian (Bass), Ary (Rhythim), Andre (Drum). Band yang mereka awaki pelan-pelan mulai terdengar gaungnya. Tembang-tembang reggae yang dibawakan diminati oleh anak-anak muda. Kapan saja dan dimana saja tampil Canabis Band selalu menarik perhatian. Apalagi musik beraliran reggae begitu disukai oleh kaum muda Maumere. Namun seiring waktu, Canabis Band juga mengalami keretakan. Beberapa punggawa awal Canabis Band memilih hengkang. Pergantian personil dibeberapa posisi terjadi hingga akhirnya mendapatkan ‘feel’pada para pemain anyar terkini.

Bagi Canabis Band, permainan musik mereka terinspirasi pada dedengkot reggae seperti Bob Marley, Lucky Dube dan Big Mountain. Meski suka pada reggae dan mencoba untuk tetap eksis dijalur ini mereka mengaku tak mengikuti jejak band lain yang kadang melakukan ritual menghisap ganja sebelum tampil.
"Kami sadar banyak yang mengatakan reggae begitu indentik dengan ganja tapi bagi kami ganja hanyalah sebuah tanaman suci, tak lebih. Kami tak akan pernah melakukan ritual seperti band-band lain” ucap Rony sang gitaris yang sebelumnya menyukai musik punk. “Bermusik reggaelah dengan jiwa (soul) tanpa ganja,”tambahnya.

Band reggae yang dimotori oleh Elbit ini memiliki keinginan untuk menjadikan reggae sebagai salah satu musik perdamaian khususnya di Kabupaten Sikka ini.
“Biarkanlah kami bersuara dengan cinta demi kabupaten ini, karena dengan cinta dan reggae kita bisa membangun Sikka bersama-sama tanpa rasa ego dan fanatik kedaerahan,”ujar Elbit yang diamini para personil lainnya.
Saat ini Canabis Band selalu berlatih rutin tiga kali seminggu di studio musik yang disewa secara urunan.

Prestasi
- Juara Pertama (I) Festival Band HUT Katedral
- Juara III Festival Band FLORATA (Flores-Lembata) di Maumere
- Juara III Festival Band FLORATA (Flores-Lembata), Sumba di Ende
- Juara I (Satu) Parade Band Djarum LA Ligth’s di Maumere
- Dan lain-lain


Salah Satu Video saat tampil di sebuah Parade Band



Bergabung di Fansclub Facebook Canabis Band


www.inimaumere.com



Artikel Terkait



 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs: Canabis Band, Rendah Hati Untuk Sebuah Prestasi | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---