Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..

Thursday, 24 March 2011

Tari, Musik dan Tenun dalam Budaya Ata Maumere

Maumere adalah Ibukota Kabupaten Sikka, terletak di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kota Maumere berada di pesisir Pantai Utara(Pantura)Flores dengan Bandara Frans Seda serta Pelabuhan Laut L.Say sebagai pintu gerbangnya. Lewat inimaumere.com Anda bisa menjelajahi Kabupaten kecil ini, epang gawan (terima kasih) telah berkunjung... Kontak Kami
Flores adalah 1001 budaya. Budaya yang beragam dan menjadi warna khas hampir disetiap suku di seluruh kabupaten. Flores juga berarti bunga dari arti kata Floles ("Pulau Bunga") pemberian bangsa Portugis. Memiliki keunikan nan khas selain keanekaragaman bahasa daerah pun keanekaragaman kesenian (musik dan tarian) yang mempunyai nuansa dan makna tersendiri sesuai konteks budaya adat setempat. Wilayah Kabupaten Sikka mempunyai banyak ragam tari dan musik tradisional yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan yang berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan antara lain cultural built-in filter dalam sanubari kita, untuk acara-acara hiburan dalam berbagai macam hajad termasuk sekarang sedang trendy untuk keperluan pariwisata.
Secara singkat bentuk seni pertunjukan (seni tari dan musik) dapat dilibatkan berdasarkan jenis dan fungsinya masing-masing. Yuuk intip :

Seni Tari

1. Lodong Me : berbentuk tari tradisional yang biasa ditarikan pada upacara bayi turun ke balai-balai rumah dan perkenalan bayi pada bumi pertiwi.

2. Gareng Lameng : Tarian penyunatan sebagai gambaran bahwa si anak laki-laki telah memasuki masa remaja.

3. Lado Gahar : Tarian upacara mengetan padi

4. Togo Pou : Tarian menarik perahu dalam upacara Patikarapu

5. Tarian Bebing : Tarian penyambutan untuk pahlawan yang pulang daari medan perang.

6. Hegong : Tarian penyambutan pahlawan yang lebih mengutamakan improvisasi individu.

7. Ai-Nggaia : Tarian kemenangan perang, lokasi daerah Lio

8. Togo Codu : Tarian kemenangan perang, lokasi pulau Palue

9. Togo Gong Gete dengan jenis-jenisnya : togo ekon, togo liwun, togo degu deang, togo gong, tarian tandak.

10. Hele Larak : Tarian mencangkul kebun

11. Oam Mbele : Tarian menumbuk padi

12. Sora : Tarian kegembiraan dalam pesta-pesta adat.

13. Ong Eng : Tarian kegembiraan nada-nada diatonis tanpa kata-kata

14. Missa : Tarian pergaulan masyarakat Palue

15. Bobu : Sendratari peninggalan Portugis. Bercerita tentang 12 orang pemuda yang berusaha mempersunting seorang Putri yang bernama Prinseja, pilihan putri prinseja jatuh pada pemuda maskador seorang pedagang.

16. Rokatenda : Tarian pergaulan muda/I yang dominan ditarikan pada setiap kesempatan pesta.

Seni Musik

1. Musik Gong Waning : Seperangkat ansambel musik terdiri 5-6 buah gong, 2 buah gendang atau waning, dan sebuah bambu tunggal berukuran 1,5 meter bambu ini biasanya dipecahkan untuk mendapatkan keseragaman bunyi antara gong dan waning. Ansambel gong waning biasanya dihadirkan pada semua acara-acara hiburan profan dan non profan.

2. Suling/Klekor : Dalam bahasa Sikka disebut klekor terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu : klekor ha wuang atau suling tunggal dan Klekor Riwung atau berupa satu orkes musik suling dengan pembagian suara tenor, alto,sopran dan bas.

3. Hego/Eko : Semacam snar mulut bambu, yang dibunyikan melalui rongga mulut.

4. Letor : Alat musik xylaphon dari kayu (pohon denu) sebanyak 6 (enam) bilah. Sebelum alat
musik gong masuk ke wilayah Sikka, orang Sikka menggunakan musik letor dalam setiap kesempatan upacara. Nada-nada letor sama dengan nada-nada pada alat musik gong.

5. Gendang Sora : Gendang yang bentuk dalam ukurannya lebih kecil dari alat musik waning. Gedang sora biasanya dihadirkan bersama klekor riwung dan mengiringi pantun-pantun.

6. Hitek/Werit : Alat musik yang terbuat dari sebatang bambu dengan ukuran kurang lebih 30 cm, cara memainkannya dipetik hampir sama pada alat musik sasando.

Seni Kerajinan Tradisional

a. Seni Tenun Tradisional
Seni Tenun Tradisional dikerjakan oleh ibu-ibu sebagai industri rumah tangga dengan menggunakan peralatan-peralayan tradisional yang terbuat dari bahan lokal. Peralatan-peralatan tersebut seperti “ Daong, Tuang, Ai Lorung, Jata, Ngeung, Pati, Ojang, Pine”.

Untuk membuat tenunan berwarna warni mereka menggunakan ramuan-ramuan tradisional yang terbuat dari tumbuhan lokal seperti “Bur, Tarung, dan Biji Asam”. Ramuan tersebut juga membuat tenunan menjadi kuat dan indah. Kain tradisional/sarung khusus untuk wanita disebut”Utang”, sedangkan untuk pria disebut “Lipa”.

Sarung tradisional Sikka ini memiliki banyak motif. Motif-motif tersebut dirancang dengan bagus dan menggunakan simbol-simbol seperti Manusia, Binatang, Tumbuhan dan Bintang dan punya makna tersendiri.

Motof-motif tersebut adalah :

* Rempe Sikka
* Jarang Atabiang
* Dala Mawarani
* Oko Kirek
* Naga Lalang
* Korasong Manu Walu
* Korasong Doberabu
* Agi Pelikano

b. Penyulingan Moke
Merupakan proses penyulingan minuman alkohol tradisional, yang disebut moke atau tuak. Tempat penyulingan moke disebut Kuwu. Penyulingan tersebut menggunakan peralatan tradisional yang dibuat dari bahan lokal seperti bambu dan periuk tanah.

www.inimaumere.com

Artikel Terkait



 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs: Tari, Musik dan Tenun dalam Budaya Ata Maumere | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---